- On 4/10/07,
Jika ada waktu sempatkan membaca surat saya ini. Saya sedang menemani dan meng-advis seorang istri yang tertekan jiwa dan raga oleh perilaku suaminya. Suaminya Budhis, dia Katolik. Dia ingin menghayati ajaran Katolik dalam hubungan seksnya. Namun suaminya yg budhis semena-mena dan seolah mengolok dan merendahkan ajaran Gereja yang coba dihayatinya. Keduanya dokter, si istri belum siap menikah atas alasan ekonomi. Mereka menikah secara budhist. Mohon tanggapan pak...apa yang harus saya lakukan. Mohon privat dan sebelumnya terima kasih.
Jika ada waktu sempatkan membaca surat saya ini. Saya sedang menemani dan meng-advis seorang istri yang tertekan jiwa dan raga oleh perilaku suaminya. Suaminya Budhis, dia Katolik. Dia ingin menghayati ajaran Katolik dalam hubungan seksnya. Namun suaminya yg budhis semena-mena dan seolah mengolok dan merendahkan ajaran Gereja yang coba dihayatinya. Keduanya dokter, si istri belum siap menikah atas alasan ekonomi. Mereka menikah secara budhist. Mohon tanggapan pak...apa yang harus saya lakukan. Mohon privat dan sebelumnya terima kasih.
+ Selamat pagi, saya senang bisa menjadi alat Tuhan membantu rekan-rekan yang mengalami banyak masalah dalam hidupnya. Beberapa tanggapan (sharing) atas e-mail Romo berikut ini:
Yang saya lakukan sementara ialah mencari tahu dari kakak si suami. Saya pengin tahu latar belakangnya. Memang, keluarganya berasal dari keluarga broken. Saya tidak mengerti seberapa mempengaruhi, karena pikir saya, latar belakang itu pula yang membuat sang suami seenaknya menjalin relasi dengan banyak orang, selain istrinya.
Pengalaman "dalam keluarga" sangat memperngaruhi alam bawah sadar seseorang. Kalau orang itu adalah Sensing Introvert, maka pengalaman masa lampau itu menjadi norma bagi kehidupannya saat ini. Nah, kalau seseorang di masa lampau tidak pernah mendapatkan penghargaan atas perasaannya, mungkin mengalami kesulitan untuk memahami perasaan orang lain (termasuk yang dia cintai) pada saat ini. Jadi penjara masa lampau itu sangat kuat mengekang. Maka Antony de Mello selalu menekankan "penyadaran" diri sebagai syarat untuk menjadi bebas. Jadi terpenjara dalam kebiasaan-kebiasaan rutin (tanpa sadar) tidak bisa dengan sendirinya diatasi kalau tidak memahami atau mencapai suatu proses sadar.
Saya yakin, si-suami itu sangat menganggap bahwa keluarganya adalah nomor satu dan untuk itulah dia membanting tulang dan bersedia mati (mungkin!) Namun tanpa dia sadari, dia sedang merusaknya sendiri dengan membiarkan dirinya tergeletak pada kelemahan seksualnya. Dia mampu mengatasi ini kalau harapan dan sekaligus nilai positif dapat disadarinya sebagai sesuatu yang pantas dikejar dan untuk itu dia menjadi Katolik.
Yang saya lakukan sementara ialah mencari tahu dari kakak si suami. Saya pengin tahu latar belakangnya. Memang, keluarganya berasal dari keluarga broken. Saya tidak mengerti seberapa mempengaruhi, karena pikir saya, latar belakang itu pula yang membuat sang suami seenaknya menjalin relasi dengan banyak orang, selain istrinya.
Pengalaman "dalam keluarga" sangat memperngaruhi alam bawah sadar seseorang. Kalau orang itu adalah Sensing Introvert, maka pengalaman masa lampau itu menjadi norma bagi kehidupannya saat ini. Nah, kalau seseorang di masa lampau tidak pernah mendapatkan penghargaan atas perasaannya, mungkin mengalami kesulitan untuk memahami perasaan orang lain (termasuk yang dia cintai) pada saat ini. Jadi penjara masa lampau itu sangat kuat mengekang. Maka Antony de Mello selalu menekankan "penyadaran" diri sebagai syarat untuk menjadi bebas. Jadi terpenjara dalam kebiasaan-kebiasaan rutin (tanpa sadar) tidak bisa dengan sendirinya diatasi kalau tidak memahami atau mencapai suatu proses sadar.
Saya yakin, si-suami itu sangat menganggap bahwa keluarganya adalah nomor satu dan untuk itulah dia membanting tulang dan bersedia mati (mungkin!) Namun tanpa dia sadari, dia sedang merusaknya sendiri dengan membiarkan dirinya tergeletak pada kelemahan seksualnya. Dia mampu mengatasi ini kalau harapan dan sekaligus nilai positif dapat disadarinya sebagai sesuatu yang pantas dikejar dan untuk itu dia menjadi Katolik.
